search
  • B6E79F14-D42B-44F7-80C4-BB5DAC9292A0.jpeg
  • AC8C5A21-CA74-4BA4-93BF-76F70CC48BA8.jpeg
  • 9ABD8767-8E84-45D6-8937-2F22C91C2809.jpeg
  • 6095D06E-052E-4A6F-9882-5119F51EC45E.jpeg

Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau by M. Aan Mansyur

RM 40.00
- +
cart Add to Cart
Home

apakah hatiku mangkuk dangkal yang pecah—
yang alangkah mudah diisi, namun mustahil
penuh? apakah mencintai diri sendiri berarti
menjadi batu yang dilemparkan ke lautan lepas
tanpa dasar?mengapa darah lebih api daripada api?
mengapa luka tidak memaafkan pisau—& mata
pisau bisa membayangkan dirinya sebagai cermin?
mengapa kita mesti memiliki banyak pengetahuan
untuk bisa memahami betapa sedikit pengetahuan
kita? mengapa orang kota bersandar pada humor
untuk bisa bertahan hidup & mengapa orang desa
harus bertahan hidup untuk bisa tertawa? mengapa
usia seseorang tidak dihitung dari seberapa dekat
dia dari kematian? bukankah manusia sudah terlalu
tua sekarang? (seperti puisi ini, tidakkah hidupmu
sudah dituliskan—& ditafsirkan orang lain, bahkan
sebelum kamu bisa membacanya?)

Your cart is currently empty.

Continue shopping