Postage everyday except Public Holiday. Postage Fee only RM5.50 for 3kg first SM/SS. Happy shopping!! Shop Now!
search
  • D13143EC-2760-4274-8974-E5F47016D2A3.jpeg

Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck - Karya Buya Hamka - Penerbit Gema Insani

RM 29.00
- +
cart Add to Cart
Home

Buku Tenggelamnya Kapal Van Der wijck
Nama Penulis : Buya Hamka
ISBN : 9786022504207
Berat Produk : 0.3 kg
Ukuran : 20.5cm x 14.5cm (268 halaman)
Cover : SC
Fiksi : Ya
Terbit : Oktober 2017
Segmentasi : Umum
Tema : Muamalah
Kategori : Buku

SINOPSIS :
Tema cerita yang diangkat sangat kental dengan budaya Minangkabau. Menampilkan keelokan alam dan budaya minang, serta kritik Buya Hamka dengan berbagai praktik budaya yang dianggap tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Buku ini mengisahkan Zainudin, seorang keturunan Minang-Makassar. Darah minang ia dapat dari ayahnya, sedangkan ibunya adalah seorang bugis. Setelah kedua orang tuanya meninggal, Zainudin berniat mengunjungi bako–nya. 

Melihat keinginan yang kuat, tak ada alasan bagi pengasuhnya, Mak Base, untuk tidak memberi izin. Disana ia tinggal dengan Mak Tuo-nya. Sehari-hari ia belajar ilmu agama dan adat dari para tetua. Hingga suatu hari ia bertemu dengan Hayati, cintanya pada pandangan pertama. Tetapi Zainudin bukanlah orang Minang, ia tidak bersuku dan berbangsa. Meskipun ayahnya orang pribumi asli, tapi suku tidak diwariskan oleh ayahnya. Sehingga ia hanya menumpang, tidak ada mamak dan penghulu yang mengakuinya sebagai kemenakan. Ini menjadi alasan cintanya kandas dan tidak direstui keluarga Hayati. Melalui kisah roman ini, Hamka ingin mengkritik sistem pernikahan di Minang masa itu, yang mendiskriminasi jika bukan dari suku Minang tidak boleh menikahi anak gadis yang berasal dari Minang. Orang yang tak bersuku Minang dianggap tidak berbangsa dan tidak paham akan adat Minang. Sehingga dianggap sebagai sebuah aib.

Hayati kekasih yang didambakan Zainuddin dalam segenap kesengsarannya. Yang menyambutnya dengan senyum saat semua orang mengacuhkan dan menghinakan keberadaannya. Kini direnggut orang hanya karena perkara perbedaan adat.
Hayati seharusnya mengetahui dengan hatinya yang suci bahwa kebahagiaan bukanlah ditatap dari harta rupa dan penghormatan bersuku. Celaka jika melihat kesucian cinta Zainuddin disamakan dengan kehormatan Aziz yang dianggap lebih bersuku.
Belum mulai percintaan sejati itu Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

... dan akan tercapai juga kemuliaan bangsaku persatuan tanah airku. Hilang perasaan perbedaan dan kebencian dan tercapai keadilan dan bahagia. Sepenggal tulisan penuh harap Zainuddin yang mengisyarakatkan kesengsaraan cintanya dalam perbedaan"
#buyahamka #novel

Customer comments

Author/Date Rating Comment

Your cart is currently empty.

Continue shopping