Postage everyday except Public Holiday. Postage Fee only RM5.50 for 3kg first SM/SS. Happy shopping!! Shop Now!
search

PATAH HATI DI TANAH SUCI Tasaro GK

RM 37.00
- +
cart Add to Cart
Home

“.... Aku hampir-hampir kehabisan alasan untuk tetap peduli kepadamu, kecuali kenyataan bahwa aku anakmu. Lahir oleh perantara dirimu. Kita tak punya banyak kenangan, ya, Pak?”

Pada pusara sang ayahanda, Tasaro memutar ulang memorinya. Betapa berjaraknya hubungan yang mereka jalin selama ini. Ia mengingat bahwa tak banyak percakapan yang mereka lakukan demi merekatkan hubungan.

Melalui buku ini, Tasaro menuliskan surat panjang kepada Bapak. Ia mencoba menceritakan kembali perjalanannya ke Tanah Suci, tempat yang paling ingin didatangi Bapak sepanjang hidupnya. Sebuah perjalanan menggetarkan yang membuatnya menyusuri setiap jengkal tanah yang 1.400 tahun sebelumnya, Rasulullah Saw. membangun sejarah di sana.

Tanpa diduga, menuliskan surat tersebut mengantar Tasaro kembali pada kenangan-kenangan yang nyaris ia lewatkan. Bahwa sesungguhnya Bapak selalu membersamainya pada berbagai peristiwa, meski tanpa kata-kata ....


Keunggulan Buku

Catatan perjalanan napak tilas novel Tetralogi "Muhammad Saw."
Buku yang dipersembahkan secara khusus untuk Keluarga Besar T(j)inta (keluarga besar penggemar karya-karya Tasaro GK)
Dilengkapi dengan foto-foto eksklusif penulis selama di Tanah Suci

Catatan Penulisan
Tasaro menyiapkan tulisan ini selama 1 tahun, tetapi benar-benar menyusunnya dalam bentuk buku dalam 2 minggu. Perjalanan umrah ke Tanah Suci begitu membuatnya patah hati sehingga teramat berat untuk mengingat-ingatnya lagi.
Setelah bapaknya meninggal, Tasaro menemukan alasan lain mengapa sepatah hati apa pun, ia tetap harus menuliskan hari-hari di Mekah dan Madinah, yaitu demi kenangan terhadap bapaknya.

Sejatinya, catatan dalam buku ini adalah “surat panjang” Tasaro kepada bapaknya. Cerita-cerita yang ia kisahkan kepadanya, seolah-olah ia mendengar, merasakan, dan mengalami hal yang sama.

Kali pertama seumur hidupnya, Tasaro merasa sangat dekat dengan bapaknya. Sepanjang ia bercerita perihal perjalanan ke dua kota suci dan bagaimana ia merasa patah hati di Tanah Suci.

Pada awalnya, Tasaro pernah menuliskan beberapa pengalamannya di Tanah Suci dan menuliskannya secara bersambung di laman facebook pribadinya. Tulisan-tulisan pendek tersebut rupanya viral dan disukai pembaca. Berbeda dengan penulis perjalanan Umroh lain yang sebagian besar bercerita tentang pengalaman pribadi mereka dan mendiskripsikan lokasi-lokasi yang dikunjungi, secara menarik, Tasaro membubuhkan benang merah berupa surat cinta terhadap orang tuanya.

Buku ini juga memberikan jawaban atas kegelisahan Tasaro setelah rampung menamatkan novel Tetralogi “Muhammad Saw.” yang mendapat respon beraneka rupa dari masyarakat Indonesia. Dalam perjalanannya ini, Tasaro turut pula mengemban misi: apakah wujud rasa cintanya terhadap Rasulullah tersebut “diterima” dan mendapatkan ridho?

Customer comments

Author/Date Rating Comment

Your cart is currently empty.

Continue shopping